Semua
manusia yang sehat, mestilah ingin menikah. Namun yang menjadi
persoalan adalah ketika sudah punya keinginan menikah, namun belum punya
calon alias jomblo.
Ini
yang menjadikanmu galau tak terkira. Bak kata pepatah tidur tak
nyenyak, mandi tak basah dan makan tak kenyang, karena memikirkan nasib
kejombloannya. Ups…
Memang, menikah merupakan kebutuhan hidup
manusia. Sehingga tak heran, menjalin ikatan suci dalam perkawinan
sesuai ajaran agama adalah dambaan setiap insan. Karena memang Tuhan
menciptakan mahluk berpasang-pasangan.
Meskipun
saat ini masih jomblo, jangan terus berada dalam kenestapaan dan
meratapi kejobloan. Namun berusahalah untuk menjemput jodohmu.
Ya,
jodoh kita siapa Allah yang tahu. Karena Allah lah yang sudah menentukan siapa
jodoh kita. Namun sebagai manusia kita punya kewajiban untuk berusaha.
Lantas bagaimana solusi mengatasi masa kejobloan dan lekas keluar
darinya? Ini dia:
Pertama.
Berdoalah kepada Allah. Mohonlan kepada-Nya agar segera dipertemukan
dengan jodohmu. Berdoa pada hakikatnya mengambalikan segala sesuatunya
kepada Allah. Karena Allah lah sutradara kisah kehidupan ini. Siapa,
kapan dan dimana kita dipertemukan dengan jodoh, hak preogratif tuhan.
Namun kamu harus berdoa agar Allah rido dengan mempertemukan jodoh
buatmu.
Doa
adalah senjata paling ampuh. Karena doa kita kepada Allah tak terhalang
oleh waktu, tak tersekat oleh dinding. Yakinlah doa kita pasti
dikabulkan oleh-Nya. Ingatlah, bahwa Allah senantiasa mendengar doa
kita. Maka berdoalah agar Allah mempermudahkanmu menemukan jodoh. Jodoh
yang tentunya sangat dinantikan dan didamba-dambakan. Gunakankah
waktu-waktu mustajabah dalam memanjatkan doa, seperti sepertiga malam
terakhir. Lakukan shalat sunat tahajud kemudian panjatkanlah doa kita
dengan sepenuh hati dan segenap jiwa. Insyaalah, Allah akan mengijabah
doa kita.
Kedua.
Lakukanlah persiapan untuk menjadi suami atau istri. Karena terkadang,
kita hanya punya keinginan kuat untuk menikah. Namun tak pernah
mengintrospeksi diri apakah sudah siap untuk menjadi suami dan kemudian
menjadi ayah dari anak-anak. Ini perlu dicamkan untuk kaum lelaki.
Belajarlah untuk bersikap dewasa dalam menghadapai semua persoalan.
Karena berumah tangga tak pakai geladi resik atau percobaan.
Untuk
yang wanita, tentu persiapkan diri menjadi istri. Bersiaplah menjadi
istri idaman suami. Istri yang menjadi penyejuk hati, pemberi motivasi
untuk kesuksesan sang suami. Bersiaplah untuk menjadi ibu, ibu yang
pintar mendidik anak-anaknya.
Jangan
hanya mengedepankan keinginan tanpa dibarengi persiapan mental.
Bagaimana Alllah mau mempertemukan dengan jodoh, kalau demikian.
Ketiga.
Lakukan perbaikan diri. Tingkatkan ibadan kita. Shalat lima waktu
jangan pernah tinggal, usahakan shalat di awal waktu. Kemudian hadirilah
majelis-majelis ilmu dan ibadah. Berkumpullan dengan orang-orang baik.
Ini penting agar kita dipertemukan Allah dengan jodoh yang baik dan di
tempat-tempat yang baik dan melalui perantara orang baik pula. Kemudian
kita juga hendaknya sering berkonsultasi dengan ustadz, kiyai atau orang
alim. Minta nasihat dari mereka. Jangan pernah segan untuk sekedar
curhat. Jangan pernah bosan.
Keempat.
Rajin-Rajin berpuasa Sunat. Karena berpuasa akan bermanfaat bagi kita,
utamanya dalam hal mengontrol dan mengendalikan hawa nafsu. Dengan
berpuasa, nafsu tak menjadi meledak-ledak. Hati dan jiawa akan merasa
teduh. Sehingga kita bisa terhindar dari kemaksiatan.
Maklum
jiwa muda, dan semangat untuk menikah biasanya sepeti semangat 45. Bila
tidak dikontrol bisa bahaya. Maka kontrollah dengan puasa.
Kelima.
Tetaplah bersabar menanti dalam kebaikan. Dalam penantian dipertemukan
jodoh, sabar adalah sikap yang harus dilakukan. Karena sabar merupakan
jurus ampuh untuk mengatasi segala persoalan.
Baca Juga CIRI SUAMI YANG DIRINDUI SURGA
Baca Juga CIRI SUAMI YANG DIRINDUI SURGA
Jika
kita menginginkan jodoh yang baik, bersabarlah. Jangan menjerumuskan
diri dalam kemaksiakan. Karena memang kebaikan akan dikelilingi oleh
hal-hal yang tidak disenangi hawa nafsu. Ingatlah bawa sabar itu indah
dan semua akan indah pada waktunya.
