Sebagai
manusia biasa, kita pastilah memiliki dosa. Baik dosa kepada sesama
manusia terlebih dosa kepada Allah, Zat Yang Maha Kuasa. Ada dosanya
yang sedikit, dan ada pula yang banyak. Kita masing-masing dapat
mengukur dan menakar doa kita itu.
Dalam
kondisi berlumuran dosa, kita terkadang masih berharap untuk menjadi
orang yang beruntung dengan masuk surga.
Alangkah naifnya. Namun terlepas dari itu, yang menjadi pertanyaan adalah apakah mungkin?
Kemungkinan
selalu ada, bila kita ingin berusaha dan berbenah diri. Caranya
“Bertaubatlah kamu kepada Allah wahai orang-orang yang beriman, supaya
kamu beruntung” begitulah arti Firmal Allah dalam An Nur Ayat 31.
Maka
bila saat ini, kita bergelimangan dosa, jangan hanya meratapinya. Namun
segeralah bertaubat. Mohon ampun kepada Allah Swt. Karena bila dosa
kita sebesar gunung Semeru, maka ampunan Allah lebih besar daripada itu.
Bergegaslah
sebelum nyawa sampai ditenggorokan. Karena bila sudah demikian, pintu
taubat pun sudah ditutup. Mari kita selalu bertaubat dengan kembali pada
ketaatan kepada Allah Swt.
Untuk
bartaubat ada beberapa hal yang harus kita lakukan dan ini menjadi
syarat taubat sebagaimana dituturkan Imam Nawawi dalan kitabnya Riadhus
Shalihin.
1. Orang yang bertaubat harus menghentikan maksiat.
2. Harus menyesal atas perbuatan yang telah terlanjur dilakukannya.
3. Niat bersungguh-sungguh tidakakan mengulangi perbuatan itu kembali.
4. Bila dosa itu berhubungan dengan hak manusia, maka orang yang bertaubat harus menyelesaikan urusannya dengan orang lain itu.
Kemudian
hendaklan kita selalu membca istighfar dan memohon ampun kepada Allah
dengan sepenuh hati. Dan jadikan ini sebagai rutinitas. Karena Nabi
Muhaamad Saw sendiri membaca istighfar kepada Allah
seratus kali dalam sehari. Meskipun nabi maksum dan pasti masuk surganya
Allah.
Dengan begitu mudah-mudahan kita bisa kembali kepada Allah dengan hati yang selamat dan mendapat ridha-Nya. Sehingg surga menjadi tempat kita diakhirat kelak. Amin.

Komentar
Posting Komentar